LUCID DREAM?

Bukan hal aneh jika setiap orang bermimpi ketika tertidur. tentu saja tidak ada satu orang-pun yang belum pernah bermimpi selama hidupnya (sepertinya). semenjak kecil, ketika tertidur dan bermimpi aku bisa menyadari bahwa aku bermimpi. dalam takaran aku sadar apa yang sedang terjadi adalah tidak realis. seperti ketika menaiki gunung dengan menaiki pohon hidup, atau ketika aku terlempar jatuh dari gedung dengan ketinggian 14lantai dan aku baik-baik saja, itu tidak realis didunia nyata dan dengan sedikit kesadaran aku tau ini hanya mimpi. sampai usia 19tahun ini hanya jarang-jarang terjadi. tapi mulai belakangan ini, aku merasa semakin sering saja. terlebih lagi ketika tertidur di siang hari. bukan hanya menyadari, aku juga bisa membelokkan mimpi tepat seperti keinginanku.

ketika kucari tahu, ini bukan sebuah kemampuan spesial. ternyata mengatur mimpi juga bisa dilakukan siapa saja. hanya saja studi kasus padaku adalah menguasai tanpa mempelajari (kata seorang teman yg juga psikolog) dan itu adalah kelebihannya :).


Penjelasan Lucid Dream kurang lebih seperti ini;

Dalam istilah yang sederhana, bisa diartikan sebagai keadaan dimana seseorang menyadari jika ia sedang bermimpi. Istilah ini diciptakan oleh Frederik Willem van Eden (psikiater dan penulis). Kesadaran dapat berkisar dari kesadaran yang sangat samar bahwa mimpi tersebut bukanlah kenyataan sampai kesadaran sebagai perluasan kesadaran ketika seorang tersebut terjaga.

Apa yang dapat pemimpi lakukan dengan Lucid Dreamnya mencerminkan kecenderungan pribadi dan tingkat keterampilan yang didapatkan melalui pengalaman dan latihan. Meskipun seorang pemimpi Lucid Dream dapat mempengaruhi struktur, karakter, jalan cerita mimpi dan lain-lain tentang mimpinya, hal ini bukanlah sesuatu yang bisa dianggap sebagai bakat yang dimana Lucid Dream dapat memberikan pemimpi apa yang ia inginkan menjadi terwujud dalam mimpinya tersebut.

Seorang yang telah berpengalaman mengalami Lucid Dream (yang lebih sering mengalami Lucid Dream daripada tidak) akan terus menghadapi tantangan psikologis dan perkembangan dalam mimpinya tersebut. Mimpi yang menyenangkan dan menyedihkan, yang mudah dan sulit, yang indah dan mengerikan, semuanya terjadi sebanyak yang mereka alami pada saat berada di mimpi biasa (bukan Lucid Dream). Tetapi, berbeda dengan mimpi biasa yang diisi dengan seluk-beluk rumit dari pikiran bawah sadar mereka, seorang pemimpi Lucid Dream memiliki kesempatan untuk secara sadar mengeksplorasi mimpinya.

Lucid Dream biasanya terjadi ketika seseorang di tengah-tengah mimpi biasa dan tiba-tiba ia menyadari bahwa ia sedang berada dalam mimpi. Orang tersebut kemudian dikatakan menjadi ‘lucid’ (jernih), dan dapat memasukkan satu dari banyak tingkat kejernihan. Pada tingkat terendah, pemimpi mungkin akan secara samar-samar menyadari bahwa ia sedang bermimpi, tetapi ia tidak dapat berpikir dengan cukup rasional untuk menyadari bahwa peristiwa/orang lain/tindakan dalam mimpi adalah tidak nyata/tidak menimbulkan dampak apapun terhadapnya. Pada tingkat tertinggi, sang pemimpi menyadari sepenuhnya bahwa ia sedang tidur, dan dapat memiliki kontrol penuh atas tindakannya di dalam mimpi.


yah, demikian sedikit penjelasan apa dan bagaimana Lucid dream (mimpi jernih) ini terjadi. meskipun beberapa mimpi yang aku sadar itu mimpi tak bisa aku kendalikan, dan lalu terjadi benar didunia nyata (dan anehnya semua bukan mimpi indah), aku percaya pada batas dimana itu hanya anugerah dan tidak bisa aku paksakan untuk membenarkannya di riil. semua orang tetap harus kembali pada akal dan pada siapa yang telah memberikannya.

mengendalikan mimpi untuk beberapa orang mungkin sulit. bagi yang ingin mempelajarinya coba dua tekhnik yang biasa aku lakukan (meski tanpa sengaja terlakukannya);

1. sadari betul jika kamu sedang dalam keadaan bermimpi. misalkan saja hal-hal aneh yang tidak wajar yang biasa ada dimimpi dan tak ada di dunia nyata. seperti keterbatasan manusia yang tak bisa terbang, kenali tulisan-tulisan yang ada disekitar. bergerak atau stabil ketika kamu perhatikan.

2. yang terpenting adalah kepecayaan bahwa kamu bisa melakukannya. jika dalam titik jernih (sadar sedang bermimpi) dan kau tidak yahkin bisa menyelam, maka kamu tidak akan bisa menyelam. mungkin lebih tepatnya adalah percaya pada keinginanmu waktu itu.

semoga teman-teman juga bisa merubah mimpi buruk menjadi mimpi indah sepertiku ya :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal siapa Agnes Baltsa

Perbedaan antara emas dan perunggu

Aku Tidak Lagi Mampu 'Mengenali'...