Perbedaan antara emas dan perunggu

beberapa hari belakangan ini, aku flashback ke masa-masa kemarin.

ketika masih remaja dan merasa sangat luar biasa, rasanya semuanya tak ada sia-sia. kamu juga merasa begitu? tapi sebenarnya ada banyak hal yang aku sesali ketika mengingat ke belakang. bukan karena aku telah gagal melakukan sesuatu, tapi penyesalan terbesar dalam diri karena tak mencoba hal-hal yang memang aku inginkan.

ini hanya point pertama, sebenarnya mengambil opsi hidup dengan banyak resiko bukan hal yang buruk. yang terburuk adalah ketika kita mulai bermain aman dengan hidup kita, kita tidak akan pernah tau apa yang telah kita lewakan.

point kedua, kenapa semua orang selalu bertanya soal siapa dirinya, bukankah lebih bijaksana jika dia bertanya apa dirinya? bukan aku adalah siapa. tapi aku adalah apa. DAN AKU ADALAH APA YANG AKU PIKIRKAN. aku sering bertanya pada diriku sendiri, apakah aku benar-benar bahagia jika hanya ada aku? jawabanku tidak, apakah aku benar-benar menikmati pikiranku? jawabannya iya. beberapa teman sempat memberikan nasehat bahwa terasing dalam pemikiran adalah hal yang tidak baik. dan baiklah mari kita bicara tentang apa yang baik dan apa yang buruk. mana yang lebih buruk; di asingkan atau mengasingkan diri?

bisa menemukan jawabannya?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal siapa Agnes Baltsa

Aku Tidak Lagi Mampu 'Mengenali'...