Angin, Api, Air, dan Pasir. Lalu Hidupku.

mengaca mungkin terlalu berlebihan jika aku berpikir berdosalah aku jika telalu arogan.

tapi sugesti dalam diri terus dan terus berbicara,

"tak apa, asal kau jadi dirimu sendiri"

kadang aku ingat beberapa kali jika Air berusaha berkali-kali untuk menenggelamkanku,  membanjiriku dengan drama romantikanya. membakarku dengan letupan asmara dan angin cemburu yang semakin membuatnya berkobar luar biasa.

tapi sesekali aku juga tetap terhibur dengan keberadaan pasir. sebutir, dua butir. lalu tanpa alasan kagum begitu saja jika mengingat berapa banyak jumlah mereka hanya di tanah air-ku ini saja.

dan, begitu saja tersadar, sebenarnya hidup bagiku hanya soal apa, bagaimana, dan lakukanlah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal siapa Agnes Baltsa

Perbedaan antara emas dan perunggu

Aku Tidak Lagi Mampu 'Mengenali'...