Aku dan Batu kekasihku.

Aku meyahkini sebuah batu,
dan lalu, batu itu ibarat waktu yang hilang berlari dariku.
Seperti timer bom waktu yang bisa saja jadi penolongku,
Melindungiku.
Tentu, akhirnyapun tetap saja meledaklah aku.
Aku dan batu milikku,
kekasih abadiku, dan waktu.
sudah pasti terpati dalam prasasti.
Suatu hari!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal siapa Agnes Baltsa

Perbedaan antara emas dan perunggu

Aku Tidak Lagi Mampu 'Mengenali'...