Sebuah Goresan, Tak Berarti Luka

bagaimana disuatu musim yang selalu basah,

aku selalu merindukan gemuruh

bertanya bagaimana cara bertasbih

bertanya bisakah aku mencintainya lebih

aku yang selalu terbutakan fatamorgana,

seperti sayat-sayat bentur mengepal di kepala

bisakah aku merindukannya lebih

ketika merah tak pernah lagi menjadi abu-abu,

bisa saja aku tersipu

bukan malu. tapi aku kaku!

membatu!

ibu, dimana Tuhanku?

ataukah aku yang selalu berlari,

hingga ia tak pernah lagi bernyanyi merdu dalam pedih

Komentar

  1. jangan pernah terasing dalam pemikiran,,
    karena pemikiran adalah medan perang malaikat dan iblis

    BalasHapus
  2. sederhana saja, bukan masalah terasing atau mengasingkan diri. bukankah hidup itu persoalan; berjalan lalu lupakan? terima kasi telah mengunjungi dan berkomentar :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal siapa Agnes Baltsa

Perbedaan antara emas dan perunggu

Aku Tidak Lagi Mampu 'Mengenali'...