ketika gerhana

saya menyukai hidup saya,

penuh kamuflase dan itu mungkin adanya

gafitasi mengikat arogansi,

bait pendidik nuklir berkoloni.

hanya ketika gerhana datang

dalam kepala saya, nadi saya,

pembuluh darah saya yang mengering, bahkan

saya yang selalu berada ditengahnya

hanya ingin menikmati sementara yang bisa menghilang kapan saja

hanya disaat ketika gerhana.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal siapa Agnes Baltsa

Perbedaan antara emas dan perunggu

Aku Tidak Lagi Mampu 'Mengenali'...